TUGAS 1

METODOLOGI PENELITIAN

Dosen : Prof. Dr. Hj. Umi Narimawati, Dra., SE., M.Si.


1. “Pengetahuan” seringkali di iringi setelah adanya “ilmu”, pengetahuan merupakan hasil dari proses nalar manusia dari yang tadinya “tidak tahu” menjadi “tahu”. Sehingga ketika ada pertanyaan “bagaimana cara kita memperoleh pengetahuan?”, maka dapat kita simpulkan bahwa pengetahuan dapat kita raih dengan adanya ilmu, karena proses nalar manusia hanya bisa terjadi jika ilmu sudah masuk ke dalam proses nalar tersebut.

2. Metode : merupakan suatu cara kerja yang sistematik dan bersifat umum.

Metodik : merupakan suatu cara dan siasat penyampaian suatu bahan materi, baik itu materi kuliah, pelajaran dsb, agar penuntut ilmu dapat mengetahui, memahami, mempergunakan dan bahkan menguasai bahan materi tersebut.

Metedologi : adalah pengetahuan yang sistematis dan terorganisasi

Metodologi Riset : merupakan kegiatan penelitian yang didasarkan pada ciri – ciri keilmuan yaitu rasional, empiris, dan sistematis. Rasional yang berarti terjangkau oleh penalaran manusia, Empiris yang berarti cara – cara yang dilakukan dapat di amati oleh manusia, dan Sistematis yang berarti proses penelitian yang dilakukan menggunakan langkah – langkah tertentu yang bersifat logis.

3. Ciri – ciri metode ilmiah :

-          Bahan penelitian harus berkisar di sekeliling masalah yang ingin dipecahkan

-          Harus mengandung unsur originalitas, yaitu harus memiliki daya khayal dan kreatif dan terhindar dari ciplakan.

-          Metode yang digunakan  harus dilakukan dengan pandangan terbuka

-          Metode yang digunakan harus dengan rasa ingin tahu yang cukup tinggi.

-          Metode yang digunakan harus melalui pengukuran yang akurat

Contohnya :

I.            Masalah

Pengaruh manusia sebagai faktor luar terhadap pertumbuhan tumbuhan.

II.            Rumusan Masalah

a.       Apakah manusia berpengaruh terhadap pertumbuhan tumbuhan?

b.      Bagaimana keadaan tumbuhan yang dirawat secara baik oleh manusia, dan keadaan tumbuhan yang tidak dirawat?

III.            Observasi

Mengamati tumbuhan yang selalu dipelihara, dirawat, diberi air dan diberi pupuk oleh manusia,tumbuhan tersebut tumbuh dengan subur.

IV.            Hipotesis

Mungkin tumbuhan akan tumbuh subur oleh manusia.

V.            Eksperimen

a.       Tujuan:

Untuk mengetahui pengaruh manusia faktor luar terhadap pertumbuhan tumbuhan.

b.      Alan dan bahan untuk melakukan eksperimen tersebut adalah:

1.       2 pot ukuran sama

2.       2 tanaman sejenis dan seukuran

3.       Tanah

4.       Pupuk

5.       Air

6.       Alat tulis

c.       Cara Kerja

1.       Isi pot 1 dengan tanah,tanaman,dan pupuk lalu disiram.

2.       Isi pot 2 dg tanah, tanaman tanpa diberi pupuk lalu diberi air

3.       Rawat tanaman dalam pot 1 secara baik,sementara tanaman dalam pot 2 dibiarkan    ataw tidak dirawat

4.       Amati tanaman dalam pot 1 dan pot 2 (daun,batang,dahan) lalu bandingkan ke 2 tanaman tersebut

VI.            Kesimpulan

Setelah saya melakukan eksperimen kemudian dengan mengamati tanaman tersebut selama beberapa hari hasil yang saya dapat adalah:

1.       Tanaman pada pot 1 tumbuh dengan baik dengan daun, batang dan dahan tumbuh sempurna

2.       Tanaman pada pot 2 tumbuh sebaliknya, tumbuh dengan tidak baik dengan daun, batang dan dahan tidak tumbuh dengan sempurna,bahkan terlihat layu.

Jadi, manusia sebagai faktor luar sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan tumbuhan, baik tidak nya tumbuhan tersebut tumbuh.

a.

4.       Berpikir Ilmiah, merupakan proses penggabungan dari  pemikiran, akal dan kesadaran yang akan selalu melibatkan empat unsur, denga tujuan untuk menemukan kenyataan dan ide yang belum diketahui sebelumnya, empat unsure tersebut yaitu :

-          Fakta yang terindra

-          Panca indra manusia

-          Otak manusia

-          Informasi sebelumnya yang berkaitan dengan fakta dan dimiliki manusia.

Contoh : bertafakkur terhadap Al – Quran dan alam semesta untuk menemukan sebuah kenyataan akan keberadaan dan kekuasaan Allah SWT.

5. Sasaran dalam penelitian, adalah sebuah permasalahan yang patut di identifikasi, di telaah dan dipecahkan melalui metode ilmiah yang ada, sehingga dengan adanya sasaran tersebut dapat menghasilkan sebuah ilmu pengetahuan yang baru.

Contoh : Kebenaran Al – Quran dari segi ilmu pengetahuan

6.       Cara berpikir deduktif, merupakan cara berpikir dalam menarik kesimpulan yang bersifat khusus dari pernyataan yang bersifat umum. Biasanya cara berpikir seperti ini terlebih dahulu menerapkan hal – hal yang bersifat umum untuk seterusnya dihubungkan ke dalam hal – hal yang bersifat khusus.

Contoh berpikir secara deduktif:

Kalau kita sudah terima, bahwa semua benda kehilangan berat dalam semua cair, maka kita ambil satu benda dan satu zat cair buat penglaksanaan. Kita ambil sepotong timah, kita timbang beratnya di udara. Kita dapat B gram. Kita masukkan timah tadi ke dalam air. Kita timbang beratnya air yang dipindahkan oleh timah tadi, kita dapati b gram. Menurut undang Archimedes timah tadi mesti kehilangan berat b gram. Jadi ditimbang dalam air, beratnya menurut Archimedes mestinya (B-b) gram. Sekarang kita ambil beratnya dan timbangan timah yang terbenam tadi. Betul kita dapat (B-b) gr. Jadi betul cocok dengan undang Archimedes. Sekarang induction sudah beralasan deduction, kebenaran undang sudah di sokong oleh penglaksanaan. Berulang-ulang kita lakukan pemeriksaan kita dengan benda dan zat cair berlainan dan berulang-ulang kita saksikan kebenaran undangnya Archimedes, pemikir Yunani itu. (Madilog. hal 104. Tan Malaka, Pusat Data Indikator).

Cara berpikir induktif, merupakan kebalikan dari cara berpikir deduktif, yaitu menarik kesimpulan yang bersifat umum dari berbagai kasus atau pernyataan yang bersifat individual atau khusus. Tahap penalaran dengan cara induktif akan selalu di awali dengan mengemukakan pernyataan yang mempunyai ruang lingkup yang khas dan terbatas dalam menyusun argumentasi, lalu di akhiri dengan pernyataan yang bersifat umum.

Contoh berpikir secara induktif:

Menurut undang Archimedes, maka kalau benda yang padat (solid) terbenam pada barang cair, maka benda tadi kehilangan berat sama dengan berat zat cair yang dipindahkan oleh benda itu.Tegasnya kalau berat Archimedes di luar air umpamanya B gram dan berat air yang dipindahkan oleh badan Achimedes b gram, maka berat Archimedes dalam air tidak lagi B gram, melainkan (B-b) gr.

Dengan contoh dirinya sendiri sebagai benda dan air sebagai barang cair, maka simpulan yang didapatkan Archimedes dalam tempat mandi itu belumlah boleh dikatakan undang. Semua benda dalam alam, kalau dicemplungkan ke dalam semua zat cair mestinya kekurangan berat sama dengan berat-zat cair yang dipindahkan oleh benda itu. Kalau semuanya takluk pada kesimpulan tadi, barulah kesimpulan itu akan jadi Undang dan barulah Archimedes tak akan dilupakan oleh manusia sopan, manusia yang betul-betul terlatih sebagai bapak undang itu. (Madilog. hal 100-101 Tan Malaka, Pusat Data Indikator).

7. Fungsi penyusunan kerangka pemikiran, kerangka pemikiran disusun dengan fungsi sebagai berikut :

-          Untuk mengalirkan jalan pikiran peneliti menurut kerangka teori dan kerangka konsep yang logis

-          Agar dapat menjawab atau menerangkan masalah yang telah diidentifikasi

8. Penelitian Ilmiah, adalah upaya untuk menjelaskan fenomena nyata yang kita alami dengan menetapkan prinsip umum untuk menerangkannya.

9. Pendekatan ilmiah, merupakan pendekatan suatu permasalahan secara terarah oleh suatu ilmu pengetahuan yang menjadi sebuah dasar acuan

Pendekatan non ilmiah, merupakan pendekatan suatu permasalahan secara bebas tak terarah tanpa di picu oleh suatu ilmu pengetahuan.